094 Ash-Sharh, 095 At-Tiin, 096 Al-Alaq (1950-an)

094 As-Sharh

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu, ada kemudahan”. (ayat 5). Ini adalah Sunnatullah! Nabi Muhammad merasa berat beban itu sampai seakan-akan hendak patah tulang punggung memikulnya. Namun disamping beratnya beban, atau beserta dengan beratnya beban, namanya diangkat Tuhan keatas, sebutannya dimuliakan! Karena demikianlah rupanya Sunnatulah itu ; kesulitan selalu beserta kemudahan. Yang sulit saja tidak ada ! Yang mudah saja pun tidak ada !. Dalam susah berisi senang, dalam senang berisi susah ; itulah perjoangan hidup. Dan ini dapat diyakinkan oleh orang-orang yang telah mengalami. – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar Juzu’ 29-30 (Yayasan Latimojong), m.s. 177)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Bukankah telah Kami lapangkan untukmu dada-mu?
(94 : 1)

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
Dan telah Kami lepaskan dari padamu beban-beratmu?
(94 : 2)

ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ
Yang telah menekan punggung-mu?
(94 : 3)

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Dan telah Kami tinggikan bagimu sebutan kamu?
(94 : 4)

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan,
(94 : 5)

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًۭا
Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan
(94 : 6)

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Maka apabila engkau telah selesai, maka tegaklah
(94 : 7)

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
Dan hanya kepada Tuhan-mu, hendaklah engkau berharap.
(94 : 8)

095 At-Tiin

Maka segala pertunjuk yang dibawa oleh Nabi-nabi, baik yang dilambangkan oeh buah-tin dan zaitun yang tumbuh dipergunungan Jarusalem (Palestina) yang berupa kitab Injil, atau diturunkan di Jabal Thursina di Simenanjung Sinai, tempat Taurat diberikan kepada Musa, atau kitab penutup yang dibawa oleh Khatimul Anbiyaa wal Mursalin, Al-Qur’an yang dibawa Muhammad, yang mula diturunkan di negeri yang aman, Makkah Al-Mukarramah, semuanya itu adalah satu maksudnya, yaitu Addin ; Agama untuk muslihat hidup manusia sejak datang kedunia ini sampai pulangnya keakhirat esok. – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar Juzu’ 29-30 (Yayasan Latimojong), m.s. 190)

بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ
Demi buah tin, demi buah zaitun
(95 : 1)

وَطُورِ سِينِينَ
Demi gunung Sinai,
(95 : 2)

وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ
Demi negeri yang aman ini
(95 : 3)

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ
Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia itu atas sebaik-baik pendirian.
(95 : 4)

ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَ
Kemudian itu, Kami jatuhkan dia kepada serendah-rendah yang rendah.
(95 : 5)

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, Maka untuk mereka adalah ganjaran yang tiada putus-putus.
(95 : 6)

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَٰكِمِينَ
Bukankah Allah itu Yang Paling 'Adil diantara segala yang menghukum?
(95 : 8)

096 Al-Alaq

(Merujuk ayat 6-8) Inilah peringatan kepada Rasulullah s.a.w. sendiri yang akan menghadapi tugas yang berat menjadi Rasul. Dia akan berhadapan dengan manusia, dan manusia itu pada umumnya suatu sifat yang buruk. Yaitu kalau dia merasa dirinya telah berkecukupan, telah menjadi orang kaya dengan harta benda, atau berkecukupan kerana dihormati orang, disegani dan di tuakan dalam masyarakat ; … Lantaran itu dia tidak merasa perlu lagi menerima nasehat dan pengajaran dari orang lain. – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar Juzu’ 29-30 (Yayasan Latimojong), m.s. 197)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Bacalah dengan nama Tuhan-mu yang telah mencipta,
(96 : 1)

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
Menciptakan manusia dari segumpal darah
(96 : 2)

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
Bacalah! Dan Tuhan engkau itu adalah Maha Mulia
(96 : 3)

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
Dia Yang mengajarkan dengan qalam
(96 : 4)

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu.
(96 : 5)

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ
Sungguh, sesungguhnya manusia itu suka melampaui batas
(96 : 6)

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ
Lantaran dia melihat dirinya sudah berkecukupan
(96 : 7)

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ
Sesungguhnya kepada Tuhan-mulah tempat kembali.
(96 : 8)

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ
Adakah engkau perhatikan orang yang melarang?
(96 : 9)

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
Seorang hamba, apabila dia sembahyang?
(96 : 10)

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ
Adakah engkau perhatikan, jika dia ada atas pertunjuk?
(96 : 11)

أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ
Atau dia menyuruh kepada bertaqwa?
(96 : 12)

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ
Adakah engkau perhatikan jika dia mendustakan dan berpaling?
(96 : 13)

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ
Tidakkah dia tahu bahwa Allah Melihat?
(96 : 14)

كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ
Sungguh! Jika dia tidak mau juga berhenti, sesungguhnya akan Kami sentakkan ubun-ubunnya
(96 : 15)

نَاصِيَةٍۢ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ
Ubun-ubun yang dusta, yang penuh kesalahan
(96 : 16)

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ
Biarkan dia panggil kawan-kawan segolongannya
(96 : 17)

سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ
Akan Kami panggil (pula) Zabaniyah
(96 : 18)

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩
Sungguh! Jangan engkau ikut dia, tetapi sujudlah dan berhampir dirilah!
(96 : 19)

Sumber rakaman: Alshalan@2013 – http://www.mazameer.com/album-2-85.html – Speed: –3%
Gambar hiasan: Sinai, Palestin @ 1860-an (Wikimedia)