Pohon, urat, cabang - PxHere

014 Ibrahim 23-52, 097 Al-Qadr (1960-an)

014 Ibrahim 23-52

Kalimat yang baik adalah laksana pohon kayu yang baik: berurat tunggang yang teguh terhunjam ke petala bumi dan bercabang, berdahan yang kuat menengadah langit. Apakah kalimat yang baik itu? Itulah dia kalimat Islam. Dari sana dimulai Islam, dari sana pokok dan sumbernya, iaitu Kalimat La Ilaha Illallah “Tidak ada Tuhan, melainkan Allah.

Kalimat inilah yang diumpamakan dengan pohon yang baik, berurat teguh ke bumi, berdahan kuat ke langit. Oleh kerana subur tumbuhnya dan teguh uratnya mengambil dari tanah dengan sendirinya pohonnya pun subur. Dan apabila pohon subur, dahan bercabang dan daun pun rendang maka dahan-dahan daun-daun pun dapat pulalah menyerap cahaya matahari dan itulah yang menambah subur seluruhnya. Kerana kesuburan suatu pohon sangat bertali di antara penghisapan sari bumi dari urat dan penghisapan sari udara dari cahaya matahari dan daun-daun. Kalau kalimat syahadat ini sudah tertanam dalam jiwa, bererti bahawa kita telah menahankan Syajaratul Hayah, atau Pohon Hidup, atau Pohon Terang. Maka seluruh gerak-geri kehidupan Muslim dimulai dengan kalimat ini dan disudahi dengan kalimat ini juga. Mulai dia bertumbuh, lalu dipupuk baik-baik, disiram, dikenakan udara dan cahaya matahari, dengan demikian bercabanglah cabang, dahan dan rantingnya dan daun-daunnya. Itulah hidup yang subur, atau itulah yang sebenarnya hidup. Kalau tidak ada itu, bererti sama dengan mati.

…..

Diberi perumpamaan yang indah ini supaya manusia tetap ingat, agar bibit pohon itu yang telah ada dalam jiwa dan akal kita sejak kita dilahirkan ke dunia, jangan sampai layu. Biar dia tumbuh dengan suburnya. Kewajiban suatu rumah tangga memelihara pohon al-Hayah ini pada seisi rumah tangga, kewajiban ayah bonda memupuknya pada anak. Dia mesti dipelihara terus. Pemeliharaan itulah yang di dalam bahasa Arab disebut takwa, berasal dari kalimat Wiqayah; pemeliharaan. Jangan ada yang menghambatnya dari cahaya matahari. Cahaya matahari itu diambil dengan mengerjakan solat, sehingga sampailah dahan dan cabang kayu itu ke langit. Segala amal yang soleh, budi yang mulia, cinta dan kasih kepada sesama manusia, tangan yang murah memberi, dan lain-lain, itulah buahnya. Dan ini tidaklah dapat ditumbangkan: Insya Allah!

  • Petikan-petikan daripada tafsir ayat 24 dan 25, Tafsir Al-Azhar (Prof Dr Hamka), Juzuk 13 (PTS), m.s. 175-177

وَأُدْخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌ
Dan dimasukkan orang-orang yang beriman dan beramal yang soleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dengan izin Tuhan mereka. Penghormatan mereka di dalamnya ialah "Salam".
(14 : 23)

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Apakah tidak engkau lihat, betapa Allah mengadakan perumpamaan; suatu kalimat yang baik, adalah laksana suatu pohon yang baik, uratnya kukuh dan cabangnya ke langit.
(14 : 24)

تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Dia hasilkan buahnya tiap-tiap masa dengan izin Tuhannya. Dan Allah mengadakan perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, supaya mereka ingat.
(14 : 25)

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍۢ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍۢ
Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah laksana pohon yang buruk, ditumbangkan dari atas bumi tidak ada baginya keteguhan.
(14 : 26)

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ
Allah akan menetapkan orang-orang yang beriman dengan kata-kata yang tetap pada kehidupan dunia ini dan pada akhirat. Dan akan disesatkan oleh Allah orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
(14 : 27)

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًۭا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ
Apakah tidak engkau lihat orang-orang yang telah mengganti nikmat Allah dengan kufur dan telah menempatkan kaum mereka dalam kebinasaan.
(14 : 28)

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ
Neraka Jahanamlah yang akan mereka masuki, dan itulah seburuk-buruk tempat ketetapan.
(14 : 29)

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا لِّيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا۟ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى ٱلنَّارِ
Dan mereka adakan bagi Allah sekutu-sekutu, untuk mereka menyesatkan dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu, kerana sesungguhnya tempat kembali kamu ialah ke neraka.
(14 : 30)

قُل لِّعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّۭا وَعَلَانِيَةًۭ مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman supaya mereka mendirikan solat dan membelanjakan apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terang, sebelum datang suatu hari yang tidak ada jual-beli padanya dan tidak pula ada kawan-kawan.
(14 : 31)

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًۭا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْأَنْهَٰرَ
Allah-lah yang menciptakan semua langit dan bumi, dan yang menurunkan air dari langit, maka keluarlah dengan sebabnya buah-buahan akan jadi rezeki bagi kamu, dan Dia mudahkan untuk kamu kapal, supaya dia belayar di lautan dengan perintah-Nya dan Dia mudahkan untuk kamu sungai-sungai.
(14 : 32)

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ
Dan Dia mudahkan untuk kamu matahari dan bulan yang tetap (beredar), dan Dia mudahkan untuk kamu malam dan siang.
(14 : 33)

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌۭ كَفَّارٌۭ
Dan Dia datangkan kepada kamu dari tiap-tiap apa yang kamu minta. Dan jika kamu hitunglah nikmat Allah, tidaklah akan dapat kamu bilang dia. Sungguh manusia itu sangat zalim dan tidak kenal terima kasih.
(14 : 34)

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًۭا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ
Dan (ingatlah) tatkala berkata Ibrahim, "Ya Tuhanku! Jadikanlah negeri ini aman sentosa dan jauhkanlah akan daku dan anak-anakku daripada menyembah berhala-berhala."
(14 : 35)

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Ya Tuhanku! Sesungguhnya dia itu telah menyesatkan kebanyakan manusia. Lantaran itu, maka barang siapa yang mengikut aku sesungguhnya dia adalah dari golonganku, dan barang siapa yang menderhakai aku, maka sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(14 : 36)

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةًۭ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tidak bertumbuh-tumbuhan itu, di dekat rumah-Mu yang dihormati. Ya Tuhan kami supaya kiranya mereka mendirikan Allah, maka jadikanlah hati setengah dari manusia condong kepada mereka, dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Moga-moga mereka sama bersyukur.
(14 : 37)

رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِى وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Tuhan kami! Sesungguhnya Engkaulah yang tahu apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami nyatakan. Dan tidaklah ada yang tersembunyi pada Allah sesuatu pun di bumi dan tidak pula di langit.
(14 : 38)

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى وَهَبَ لِى عَلَى ٱلْكِبَرِ إِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Segala puji-pujian adalah untuk Allah, yang telah mengurniakan aku di kala aku telah tua, Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku adalah mendengar akan doa.
(14 : 39)

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Tuhanku! Jadikanlah aku pendiri solat, dan (demikian juga) dari cucu-cucukU. Tuhan kami, perkenankanlah kiranya doaku.
(14 : 40)

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ
Tuhan kami! Ampunilah aku, dan bagi kedua ibu-bapaku, dan bagi orang-orang yang beriman, pada hari yang akan berdiri perhitungan.
(14 : 41)

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍۢ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَٰرُ
Dan janganlah engkau kira bahawa Allah lengah dari apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang zalim. Cuma Dia mundurkan mereka kepada suatu hari, yang akan terbelalak padanya segala penglihatan.
(14 : 42)

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌۭ
Dalam keadaan terburu-buru dan menundukkan kepala mereka, tidak berkedip penglihatan mereka sedang hati mereka jadi kosong.
(14 : 43)

وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ ٱلْعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رَبَّنَآ أَخِّرْنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍۢ
Dan peringatkanlah kepada manusia, akan hari yang akan datang kepada mereka azab, maka akan berkatalah orang orang yang zalim; "Ya Tuhan kami, mundurkanlah kami kepada suatu masa yang dekat agar kami sambut panggilan-Mu dan kami ikuti rasul-rasul!" Bukankah kamu telah bersumpah sebelum ini, bahawa kamu tidak akan bergeser.
(14 : 44)

وَسَكَنتُمْ فِى مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ ٱلْأَمْثَالَ
Dan kamu telah berdiam ditempat berdiamnya orang-orang yang menzalimi diri mereka sendiri, dan jelaslah sudah bagi kamu betapa telah Kami perbuat bagi atas mereka, dan telah Kami adakan bagi kamu perumpamaan-perumpamaan.
(14 : 45)

وَقَدْ مَكَرُوا۟ مَكْرَهُمْ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ ٱلْجِبَالُ
Dan sesungguhnya mereka telah melakukan tipu daya, padahal di sisi Allah-lah tipu daya mereka itu meskipun dengan tipu daya itu mereka hendak menghilangkan gunung.
(14 : 46)

فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍۢ
Maka sekali-kali janganlah engkau kira bahawa Allah memungkiri janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Mahagagah, menyediakan balasan.
(14 : 47)

يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
Pada hari, yang akan diganti bumi dengan bumi lain dan semua langit pun, dan akan tampil mereka ke hadapan Allah Yang Esa lagi Perkasa.
(14 : 48)

وَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍۢ مُّقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ
Dan akan engkau lihat orang-orang yang berdosa itu, pada hari itu, akan terikat dengan belenggu-belenggu.
(14 : 49)

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍۢ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ
Pakaian-pakaian mereka adalah dari tembaga yang panas, akan ditutup muka mereka oleh api neraka.
(14 : 50)

لِيَجْزِىَ ٱللَّهُ كُلَّ نَفْسٍۢ مَّا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ
Kerana Allah akan membalas bagi tiap-tiap diri, apa yang telah mereka usahakan. Sesungguhnya Allah adalah sangat cepat hitungannya.
(14 : 51)

هَٰذَا بَلَٰغٌۭ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ وَلِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Ini adalah satu peringatan bagi manusia, dan supaya diancam mereka dengan dia, dan supaya mereka tahu bahawa hanya Dialah Tuhan Satu, dan supaya ingatlah orang-orang yang mempunyai fikiran halus.
(14 : 52)

097 Al-Qadr

Dengan keterangan 3 ayat Lailatul-Qadr, ditambah 3 ayat pembuka dari surah Ad-Dukhkhan, teranglah bahawa malam Lailatul-Qadr itu adalah malam mula turunnya Al-Quran. Bilakah masa Lailatul-Qadr itu? Al-Quran telah menjelaskannya lagi. Di dalam surah Al-Baqarah ayat 185 jelas bahawa bulan Ramadhan adalah bulan yang padanyalah diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi manusia, dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan pemisah di antara yang hak dengan yang batil. – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juzuk 30 (PTS), m.s. 301).

بِّسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
Sesungguhnya telah Kami turunkan dia pada malam Kemuliaan.
(97 : 1)

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ
Dan sudahkah engkau tahu, apakah dia malam Kemuliaan itu?
(97 : 2)

لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌۭ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍۢ
Malam Kemuliaan itu lebih utama daripada seribu bulan.
(97 : 3)

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ
Turun Malaikat dan ruh pada malam itu, dengan izin Tuhan mereka, membawa pokok-pokok dan tiap-tiap perintah.
(97 : 4)

سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
Sejahteralah dia sehingga terbit fajar.
(97 : 5)

Rakaman: Gabungan beberapa sumber di Internet
Gambar: PxHere