012 Yusuf 1-29 (1955 Live @ Haleb, Syria)

Maka rantai yang sambung-bersambung sejak dari dalam sumur tua sampai singgah di istana Raja Muda, langsung masuk penjara, akan kemudian naik ke atas singgasana Raja Muda yang dia gantikan, lalu menyelesaikan apa yang kusut di antara dia dan saudara-saudaranya, atau yang keruh kembali dijernihkan, semuanya ini adalah ayat belaka dan semuanya adalah tanda-tanda yang jelas tentang Mahakayanya Allah Ta’ala, bahkan manusia ini hanya berjalan di atas rel-rel yang ditentukan-Nya. Kewajiban manusia ialah waspada terus menjaga jiwanya jangan sampai jauh dari Allah yang mengatur perjalanan hidupnya itu.. Demikianlah yang terjadi pada Nabi Yusuf dan demikian pula yang terjadi pada semua kita manusia. Cubalah kita tilik dan tinjau kembali qasas atau jejak langkah yang pernah kita lalui di dunia ini. Kerap kalilah kita mengalami bahawa apa yang kita rencanakan tidak menjadi dan yang tidak kita rencanakan justeru itulah yang jadi. Semuanya itu ayat- Semuanya ini tanda dari adanya Allah. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan orang-orang yang ingin bertanya tentang persoalan hidup Nabi Yusuf pada khususnya dan manusia pada umumnya, dan akan bertambah percayalah orang yang percaya tentang adanya takdir, dan tidak ada dalam dunia ini suatu hal terjadi dengan semata-mata kebetulan. – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juzuk 12 (PTS), m.s. 235).

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ
Alif Lam Raa. Inilah ayat-ayat dari kitab yang nyata.
(12 : 1)

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya, telah Kami turunkan dia,(sebagai) Quran (berbahasa Arab), supaya kamu memikirkannya.
(12 : 2)

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ
Kami ceritakan kepada engkau sebaik-baik cerita dari apa yang Kami wahyukan kepada engkau di dalam Al-Quran ini, meskipun engkau pada sebelumnya masih termasuk orang-orang yang lalai.
(12 : 3)

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ
(Ingatlah) tatkala berkata Yusuf kepada ayahnya, "Wahai, ayahku! Sesungguhnya, aku telah melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, aku lihat semua mereka itu bersujud kepadaku."
(12 : 4)

قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا۟ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
Dia menjawab, "Wahai, anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpi engkau itu kepada saudara-saudara engkau, kerana nanti mereka akan menipu daya engkau dengan semacam tipu daya. Sesungguhnya, syaitan terhadap manusia adalah musuh yang nyata.
(12 : 5)

وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ
Dan dengan demikian, Allah engkau akan memilih engkau akan mengajar engkau pengertian mimpi-mimpi, dan akan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepada engkau dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana telah disempurnakan-Nya nikmat-Nya itu kepada kedua bapamu yang dahulu, Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya, Allah engkau adalah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
(12 : 6)

لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٌۭ لِّلسَّآئِلِينَ
Sesungguhnya, adalah pada Yusuf dan saudara-saudaranya itu beberapa tanda bagi orang-orang yang bertanya.
(12 : 7)

إِذْ قَالُوا۟ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍ
(Ingatlah) tatkala mereka berkata, "Sesungguhnya, Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh bapa kita daripada kita, padahal kita ini banyak. Sungguhlah bapa kita ini adalah di dalam kesesatan yang nyata.
(12 : 8)

ٱقْتُلُوا۟ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًۭا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًۭا صَٰلِحِينَ
Bunuhlah Yusuf atau buangkan dia ke suatu bumi, supaya untuk kamu saja wajah ayah kamu, dan jadilah kamu semuanya sesudah itu kaum yang soleh."
(12 : 9)

قَالَ قَآئِلٌۭ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا۟ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَٰعِلِينَ
Berkata seorang yang berkata di antara mereka, "Janganlah bunuh Yusuf, tetapi kamu buanglah dia ke dalam dasar sumur, supaya dia dipungut oleh sebahagian orang yang lalu, jika kamu mahu mengerjakannya."
(12 : 10)

قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَٰصِحُونَ
Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak percaya kepada kami dari hal Yusuf, padahal kami sungguh ikhlas menjaganya.
(12 : 11)

أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًۭا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ
Kirimkanlah dia bersama kami esok makan-makan dan bermain-main. Sesungguhnya, kami akan menjaga dia."
(12 : 12)

قَالَ إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ ٱلذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَٰفِلُونَ
Dia menjawab, "Sesungguhnya, sedih hatiku akan kamu bawa dia dan aku takut dia akan diterkam serigala, sedangkan kamu lalai darinya."
(12 : 13)

قَالُوا۟ لَئِنْ أَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّآ إِذًۭا لَّخَٰسِرُونَ
Mereka berkata, "Jika dia diterkam serigala, sedangkan kami ini banyak, sungguhlah kami orang-orang yang rugi."
(12 : 14)

فَلَمَّا ذَهَبُوا۟ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓا۟ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Tatkala telah mereka bawa dia pergi, dan bermuafakatlah mereka memasukkannya ke dalam dasar sumur, dan Kami wahyukan kepadanya, "Sesungguhnya, kelak akan engkau ceritakan kepada mereka tentang perbuatan mereka ini, sedangkan mereka tidak sedar."
(12 : 15)

وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءًۭ يَبْكُونَ
Dan datanglah mereka kepada bapa mereka di senja hari, dalam keadaan menangis.
(12 : 16)

قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍۢ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَٰدِقِينَ
Mereka berkata, "Wahai, ayah kami. Sesungguhnya, kami sedang pergi berlumba lari dan kami tinggalkan Yusuf dekat barang-barang kami, maka diterkamlah ia oleh serigala. Tetapi tidaklah engkau akan percaya kepada kami walaupun kami telah berkata benar."
(12 : 17)

وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍۢ كَذِبٍۢ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًۭا ۖ فَصَبْرٌۭ جَمِيلٌۭ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
Dan mereka lekatkan kepada kemejanya darah palsu. Berkata dia, "Tetapi nafsu kamulah yang telah memudahkan kamu berbuat sesuatu hal. Maka (bagiku hanya) sabarlah yang baik. Dan Allah-lah tempat memohonkan pertolongan atas apa yang telah kamu ceritakan itu."
(12 : 18)

وَجَآءَتْ سَيَّارَةٌۭ فَأَرْسَلُوا۟ وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُۥ ۖ قَالَ يَٰبُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَٰمٌۭ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَٰعَةًۭ ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ
Dan datanglah satu kafilah, lalu mereka utus pencari air, maka dihulurkannyalah timbanya. Dia pun berkata, "Wahai, gembiraku! Ini ada anak lelaki." Lalu mereka kurunglah dia akan jadi dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan itu.
(12 : 19)

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍۭ بَخْسٍۢ دَرَٰهِمَ مَعْدُودَةٍۢ وَكَانُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ
Dan mereka juallah dia dengan harga murah, beberapa dirham yang (dapat) dihitung, dan mereka adalah kurang suka kepadanya.
(12 : 20)

وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Dan berkatalah orang yang membelinya di Mesir kepada isterinya, "Hormatilah kedudukannya, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita, atau kita angkat dia jadi anak." Dan demikianlah Kami tempatkan Yusuf di negeri itu, oleh kerana hendak Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi-mimpi. Dan Allah-lah yang menang atas ketentuannya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak tahu.
(12 : 21)

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
Dan tatkala dia telah sampai dewasa, Kami anugerahkanlah kepadanya hukum dan ilmu. Dan demikianlah Kami membalas kepada orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan.
(12 : 22)

وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Dan Perempuan yang dia tinggali rumahnya itu pun merayulah kepadanya, inginkan dia; ditutupnya semua pintu lalu dia berkata, "Kemarilah engkau!" Dia menjawab, "Aku mohon Perlindungan Allah, sesungguhnya tuanku sangat baik sambutannya atas diriku. Sungguh, tidaklah akan berbahagia orang yang zalim."
(12 : 23)

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ
Dan sesungguhnya perempuan itu sudah sangat menginginkan dia dan dia pun sudah sangat menginginkan perempuan itu; kalau kiranya tidaklah dia menampak pertandaan Allahnya. Demikian adanya, supaya Kami palingkan dia dari kekejian dan kekotoran. Sesungguhnya, dia adalah termasuk hamba Kami yang telah dipersucikan.
(12 : 24)

وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍۢ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ
Dan berkejaranlah keduanya menuju pintu; lalu dikoyakkan perempuan itu kemejanya dari belakang, lalu bersemukalah keduanya dengan suaminya di muka pintu. Perempuan itu berkata, "Apakah balasan yang selayaknya bagi orang yang bermaksud buruk terhadap isterimu? Kalau bukan dipenjarakan atau disiksa dengan pedih?"
(12 : 25)

قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌۭ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍۢ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ
Dia berkata, "Dialah yang memujuk-mujukku, inginkan daku." Dan naik saksilah seorang saksi dari keluarga perempuan itu, "Jika keadaan kemejanya itu koyak di sebelah hadapan, perempuan itulah yang benar dan dialah yang berdusta.
(12 : 26)

وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Tetapi jika keadaan kemejanya itu koyak di sebelah belakang, maka perempuan itulah yang berdusta dan dialah yang benar."
(12 : 27)

فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌۭ
Maka tatkala dilihatnya bahawa kemeja itu koyak di sebelah belakang berkatalah dia, "Sesungguhnya, ini adalah tipu daya kamu (hai perempuan). Sesungguhnya, tipu daya kamu adalah besar.
(12 : 28)

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَٱسْتَغْفِرِى لِذَنۢبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلْخَاطِـِٔينَ
Yusuf! Berpalinglah dari keadaan ini! Dan kau, mohonlah ampun atas dosa engkau ini; sesungguhnya kau adalah termasuk golongan orang yang salah."
(12 : 29)

Sumber Rakaman: 191010ak @ Youtube
Gambar hiasan: Gerbang Kota Haleb (Aleppo Citadel Entrance), Syria – DianneJet78 @ Pixabay , dan Varun Shiv Kapur @ flickr