005 Al-Ma’idah 20-35, 078 Al-Naba’ 31-40, 091 As-Shams (1957 Live @ Damsyik)

005 Al-Ma’idah 20-35

Ketegasan ayat ini ialah bahwa seorang pembunuh dan perusak ketertiban umum dan keamanan, samalah perbuatannya itu dengan membunuh semua manusia. Sebab dengan demikian manusia tidak merasa aman dan tidak merasa terjamin lagi hak hidupnya, lalulintas ekonomi dan hubungan antara daerah terputus sendirinya, sebab orang merasa takut. – Prof Dr Hamka (Tafsir al-Azhar, Juzu’ 4-5-6 (Yayasan Nurul Islam) , m.s. 257)

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنۢبِيَآءَ وَجَعَلَكُم مُّلُوكًۭا وَءَاتَىٰكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ
Dan ingatlah, tatkala berkata Musa kepada kaumnya: "Wahai kaumku, ingatlah olehmu nikmat Allah atas kamu, seketika telah dijadikanNya kamu raja-raja, dan telah Dia berikan kepada kamu hal yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari seisi alam."
(5 : 20)

يَٰقَوْمِ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْأَرْضَ ٱلْمُقَدَّسَةَ ٱلَّتِى كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا۟ عَلَىٰٓ أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا۟ خَٰسِرِينَ
Wahai kaumku! Masuklah kamu ke dalam Tanah Suci yang telah ditentukan oleh Allah untuk kamu, dan janganlah kamu berpaling atas punggung kamu. Karena dengan begitu, kembalilah kamu dalam keadaan orang yang rugi.
(5 : 21)

قَالُوا۟ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّ فِيهَا قَوْمًۭا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُوا۟ مِنْهَا فَإِنَّا دَٰخِلُونَ
Mereka menjawab: "Wahai Musa! Sesungguhnya di sana ada suatu kaum yang bengis, dan sesungguhnya kami sekali-kali tidaklah akan masuk ke sana, sehingga mereka keluar dari padanya. Maka jika mereka keluar dari padanya, maka kamipun masuk."
(5 : 22)

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمَا ٱدْخُلُوا۟ عَلَيْهِمُ ٱلْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَٰلِبُونَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Berkata dua orang laki-laki dari (golongan) orang-orang yang takut, yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Masuklah menghadapi mereka dari pintu itu. Maka apabila kamu telah masuk kepadanya, sesungguhnya kamu akan menang, dan kepada Allahlah bertawakkal kamu, jikalau memang kamu semua orang-orang yang beriman."
(5 : 23)

قَالُوا۟ يَٰمُوسَىٰٓ إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَآ أَبَدًۭا مَّا دَامُوا۟ فِيهَا ۖ فَٱذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَٰتِلَآ إِنَّا هَٰهُنَا قَٰعِدُونَ
Mereka berkata: "Wahai Musa! Sesungguhnya tidaklah kami hendak masuk ke dalamnya selama-lamanya, selama mereka itu masih di sana. Maka pergilah engkau dan Tuhan engkau, berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami, di sinilah kami duduk."
(5 : 24)

قَالَ رَبِّ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِى وَأَخِى ۖ فَٱفْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَٰسِقِينَ
Dia berkata: "Ya Tuhanku! Sesungguhnya tidaklah aku menguasai, kecuali diriku dan saudaraku, maka pisahkanlah di antara kami dan di antara kaum yang pasik itu."
(5 : 25)

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةًۭ ۛ يَتِيهُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْفَٰسِقِينَ
Dia berfirman: "Maka sesungguhnya (tanah suci) itu, diharamkanlah atas mereka empat puluh tahun mereka akan berlarat-larat di bumi. Lantaran itu janganlah engkau duka-cita atas kaum yang fasiq itu!"
(5 : 26)

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًۭا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ
Dan bacakanlah kepada mereka berita dua orang anak Adam dengan benar, tatkala keduanya mengurbankan akan suatu kurban, maka diterima dari yang seorang dari mereka berdua dan tidak diterima dari seorang lagi, berkata dia: "Sungguh engkau akan aku bunuh!" Menjawab dia: "Yang hanya akan diterima Allah ialah yang dari orang-orang yang bertaqwa."
(5 : 27)

لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍۢ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Sesungguhnya jika engkau melepaskan tangan engkau karena hendak membunuh aku, tidaklah aku akan melepaskan tanganku kepada engkau karena hendak membunuh engkau, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan sarwa sekalian alam.
(5 : 28)

إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّٰلِمِينَ
Sesungguhnya aku mau engkau pikul dosaku dan dosamu, lalu engkau jadi ahli neraka, dan demikian itulah balasan bagi orang-orang yang zhalim.
(5 : 29)

فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Tetapi telah menuduhkan kepadanya nafsunya membunuh saudaranya, lalu dibunuhnya dia, maka jadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi.
(5 : 30)

فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًۭا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّٰدِمِينَ
Maka dikirim Allahlah seekor gagak mengorek-ngorek di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya itu, berkata dia: "Wahai celakanya aku! Lemahkah aku bahwa akan ada seumpama gagak ini, buat menimbun bangkai saudaraku." Maka jadilah dia dari orang-orang menyesal.
(5 : 31)

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًۭا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh karena itu Kami wajibkanlah kepada Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, yang bukan karena membunuh (pula), atau berbuat kerusakkan di bumi, maka seakan-akan adalah dia telah membunuh manusia semuanya, dan barangsiapa yang menghidupkannya, maka adalah dia seakan-akan menghidupkan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan berbagai keterangan, kemudian itu sesungguhnya kebanyakan di antara mereka sesudah yang demikian itu, di atas bumi ini, sungguh meliwati batas.
(5 : 32)

إِنَّمَا جَزَٰٓؤُا۟ ٱلَّذِينَ يُحَارِبُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَسْعَوْنَ فِى ٱلْأَرْضِ فَسَادًا أَن يُقَتَّلُوٓا۟ أَوْ يُصَلَّبُوٓا۟ أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم مِّنْ خِلَٰفٍ أَوْ يُنفَوْا۟ مِنَ ٱلْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْىٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Tidak ada lain balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya dan mengusahakan kerusuhan di atas bumi, selain dari dibunuh mereka, atau disalibkan mereka, atau dipotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka berselang-seling, atau dibuang dari bumi itu. Yang demikian itu adalah suatu penghinaan bagi mereka di dunia ini, untuk mereka di akhirat adalah adzab yang besar.
(5 : 33)

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِن قَبْلِ أَن تَقْدِرُوا۟ عَلَيْهِمْ ۖ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Kecuali orang-orang yang bertaubat dari sebelum kamu dapat menangkap mereka. Maka ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
(5 : 34)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Taqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang menyampaikan kamu kepadaNya, dan bersungguh-sungguhlah pada jalanNya, mudah-mudahan kamu mendapat kejayaan.
(5 : 35)

078 Al-Naba’ 31-40

Ertinya, sebelum menghadapi Hari Perhitungan atau Hari Kiamat itu, ada hari yang lebih dekat lagi, pasti kamu temui dalam masa yang tidak lama lagi. Hari itu ialah hari bercerai dengan dunia fana ini, hari ketika Malaikat Maut mengambil nyawamu, “Di hari yang seseorang akan memandang apa yang telah dikerjakan Oleh kedua tangannya.” Setelah nyawa bercerai dengan badan, maka lepaslah nyawa itu dari sangkarnya dan bebaslah dia dari selubung hidup fana ini. Maka mulailah kelihatan jelas hari-hari dan masa lampau yang telah dilalui. Segala perbuatan yang pernah diamalkan di sini, buruknya dan baiknya, bekas perbuatan tangan sendiri, semuanya kelihatan. Berbesar hati melihat bekas yang baik, bermuram durja melihat catatan yang buruk; manusia mungkin lupa, namun dalam catatan Allah, setitik pun tiada yang hilang dan sebaris pun tiada yang lupa, “Dan akan berkata orang yang kafir.” laitu orang yang di kala hidupnya hanya menolak mentah-mentah seruan Rasul, dia melihat daftar dosa yang dia kerjakan,

“Alangkah baiknya kalau dahulu aku hanya tanah saja.”

(ayat 40)

Timbullah sesal dan keluhan, pada saat sesal dan keluh tidak ada gunanya lagi, “Kalau aku dahulunya hanya tanah saja, kalau aku dahulunya tidak sampai jadi manusia, tidak tercatat dalam daftar kehidupan, tidaklah akan begini tekanan yang aku rasakan di alam barzakh, tidaklah akan begini tekanan yang aku rasakan di Padang Mahsyar.” Sesal yang tak ada gunanya.
– Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juzuk 30 (PTS), m.s. 30)

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa ada tempat kemenangan.
(78 : 31)

حَدَآئِقَ وَأَعْنَٰبًۭا
Taman-taman dan anggur-anggur.
(78 : 32)

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًۭا
Dan perawan-perawan muda yang sebaya.
(78 : 33)

وَكَأْسًۭا دِهَاقًۭا
Dan piala-piala yang melimpah-limpah.
(78 : 34)

لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًۭا وَلَا كِذَّٰبًۭا
Tidak akan mereka dengar padanya kata-kata yang sia-sia dan tidak pula kata-kata dusta.
(78 : 35)

جَزَآءًۭ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًۭا
Ganjaran dari Tuhan engkau, pemberian yang cukup tersedia.
(78 : 36)

رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ٱلرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًۭا
Tuhan dari sekalian langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pemurah. Tidaklah mereka berkuasa berkata-kata kepada-Nya.
(78 : 37)

يَوْمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ صَفًّۭا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًۭا
Di hari yang akan berdiri ruh dan Malaikat berbaris-baris; tidak ada yang bercakap-cakap, kecuali siapa yang diizinkan kepadanya oleh Yang Maha Pemurah; sedang dia adalah berkata yang benar.
(78 : 38)

ذَٰلِكَ ٱلْيَوْمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا
Yang demikian itulah hari yang benar. Maka barangsiapa yang mahu, dipilihnyalah jalan kembali kepada Tuhannya.
(78 : 39)

إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًۭا قَرِيبًۭا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا
Sesungguhnya telah Kami ancam kamu sekalian dengan azab yang telah dekat; di hari yang seseorang akan memandang apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya, dan akan berkata orang yang kafir, "Alangkah baiknya kalau dahulu aku hanya tanah saja.
(78 : 40)

091 As-Syams

“Demi diri dan apa yang menyempurnakannya. ”

(ayat 7)

Atau sesuatu jiwa, yang dimaksud ialah peribadi seorang insan, termasuk engkau, termasuk aku. Sesudah kita disuruh memerhatikan matahari dan bulan, siang dan malam, langit dan bumi dan latar belakang segala yang nyata itu, dalam falsafah dinamai fizikal; kita disuruh mencari metafiziknya, sampai hendaknya kita menginsafi bahawa segala-galanya itu mustahil terjadi dengan sendirinya. Semuanya teratur, mustahil tidak ada yang mengatur. Untuk sampai ke sana, sesudah melihat alam keliling, hendaklah kita melihat diri sendiri: Siapakah Aku ini sebenarnya? Aku lihat matahari dan bulan itu, siang dan malam itu, langit dan bumi itu, kemudian aku fikirkan. “Aku yang melihat ini sendiri, siapakah adanya?” Mula-mula yang kita dapati ialah, “Aku Ada!” Bukti bahawa aku ada ialah kerana aku berfikir. Aku ada, kerana aku bertanya. Sesudah Aku yakin akan adanya aku, datanglah pertanyaanku terakhir: secara kebetulankah Aku ada ini? Secara kebetulankah aku ini berfikir? Dan apa ertinya Aku ada ini? Siapakah aku? Apakah tubuh kasar ini, yang dinamai fizikal pula? Kalau diriku hanya semata-mata tubuh kasar ini, mengapa satu waktu berhenti bernafas dan orang pun mati? Dan barulah sempurna hidupku kerana ada gabungan pada diriku ini di antara badan dan nyawa. Dan nyawa itu pun adalah sesuatu yang metafisika, di luar pancaindera! Maka lanjutlah pertanyaan, Apa dan siapakah yang menyempurnakan kejadianku itu?” – Prof Dr Hamka (Tafsir Al-Azhar, Juzuk 30 (PTS), m.s. 235-236)

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا
Demi matahari dan cahaya siangnya.
(91 : 1)

وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا
Demi bulan apabila dia mengikutinya.
(91 : 2)

وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا
Demi siang apabila menampakkannya.
(91 : 3)

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا
Demi malam apabila meniltupinya.
(91 : 4)

وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا
Demi langit dan apa yang mendirikannya.
(91 : 5)

وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا
Demi bumi dan apa yang menghamparkannya.
(91 : 6)

وَنَفْسٍۢ وَمَا سَوَّىٰهَا
Demi diri dan apa yang menyempurnakannya.
(91 : 7)

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا
Maka menunjukkanlah Dia kepadanya akan kejahatan dan kebaikannya.
(91 : 8)

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
Maka berbahagialah siapa yang membersihkannya.
(91 : 9)

وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
Dan celakalah siapa yang mengotorinya.
(91 : 10)

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ
Telah mendustakan Tsamud, tersebab kesombongannya.
(91 : 11)

إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا
Seketika telah bangkit orang yang paling celaka di antaranya.
(91 : 12)

فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَٰهَا
Lalu berkata rasul Allah kepada mereka: (Jagalah) unta Allah dan minumannya.
(91 : 13)

فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا
Tetapi mereka dustakan dia, lalu mereka bunuhlah unta itu, maka Tuhan mereka pun mencurahkan azab kepada mereka lantaran dosa mereka itu, hingga Dia ratakan kebinasaan itu.
(91 : 14)

وَلَا يَخَافُ عُقْبَٰهَا
Maka tidaklah Dia menghiraukan akibat dari kesalahan mereka.
(91 : 15)

Sumber gambar hiasan: Masjid Umayyah dan sekitarnya, Damsyik, Syria @ 2010 (Wikimedia)