002 Al-Baqarah 203-232 (1960-an)

Hari yang berkenaan dengan haji sudahlah ditentukan:-
9 Dzulhijjah : Wukuf di Arafah
10 Dzulhijjah : Hari Nahar (menyembelih kurban)
11-13 Dzulhijjah : Hari-hari Tasyriq
(Ringkasan sebahagian tafsir ayat 203 Surah Al-Baqarah)

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِى يَوْمَيْنِ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
Dan sebutlah Allah pada hari-hari yang telah ditentukan itu. Maka, barangsiapa yang mempercepat dalam dua hari maka tidaklah ada dosa atasnya. Dan, barangsiapa yang mentakhirkan maka tidaklah (pula) ada dosa atasnya; yaitu bagi barangsiapa yang takwa. Dan, takwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu sekalian kepada-Nyalah akan dikumpulkan.
(2 : 203)

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُۥ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَيُشْهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِى قَلْبِهِۦ وَهُوَ أَلَدُّ ٱلْخِصَامِ
Dan setengah dari manusia ada yang menarik hati engkau kata-katanya dari hidup di dunia, dan dia menjadikan Allah saksi atas apa yang dalam hatinya, padahal dia adalah sejahat-jahat musuh.
(2 : 204)

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ ٱلْحَرْثَ وَٱلنَّسْلَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْفَسَادَ
Dan apabila telah berpisah berjalanlah dia di bumi hendak merusak padanya dan membinasakan pertanian dan peternakan; padahal Allah tidaklah suka akan kerusakan.
(2 : 205)

وَإِذَا قِيلَ لَهُ ٱتَّقِ ٱللَّهَ أَخَذَتْهُ ٱلْعِزَّةُ بِٱلْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُۥ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ
Dan apabila dikatakan kepadanya, "Takwalah kepada Allah?" Dibawalah dia oleh kesombongannya berbuat dosa. Lantaran itu, cukuplah Jahannam untuknya dan itulah seburuk-buruk ketetapan.
(2 : 206)

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ رَءُوفٌۢ بِٱلْعِبَادِ
Dan setengah dari manusia ada yang menjual dirinya karena mengharapkan keridhaan Allah. Dan, Allah adalah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
(2 : 207)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةًۭ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
Wahai, orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turut jejak-jejak setan; sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang nyata.
(2 : 208)

فَإِن زَلَلْتُم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْكُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Maka apabila kamu tergelincir sesudah datang kepada kamu penjelasan-penjelasan maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
(2 : 209)

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن يَأْتِيَهُمُ ٱللَّهُ فِى ظُلَلٍۢ مِّنَ ٱلْغَمَامِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ
Tiadalah yang mereka tunggu kecuali bahwa datang kepada mereka itu (siksa) Allah di dalam gumpalan awan bersama Malaikat, padahal perkara telah diputuskan dan kepada Allah akan kembali segala perkara.
(2 : 210)

سَلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ كَمْ ءَاتَيْنَٰهُم مِّنْ ءَايَةٍۭ بَيِّنَةٍۢ ۗ وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Tanyakanlah kepada Bani Israil berapakah sudah Kami berikan kepada mereka keterangan yang nyata? Dan barangsiapa yang mengganti nikmat Allah sesudah datang kepadanya maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
(2 : 211)

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ فَوْقَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍۢ
Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang- orang yang beriman. Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat. Dan, Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak dihitung.
(2 : 212)

كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍ
Adalah manusia itu umat yang satu. Lalu, Allah mengutus nabi-nabi membawa berita kesukaan dan berita ancaman. Dan, Dia turunkan bersama mereka akan kitab dengan kebenaran. Supaya (kitab itu) memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan padanya. Dan, tidaklah berselisih tentang (kitab) itu melainkan orang-orang yang telah diberikan dia kepada mereka, sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan lantaran dengki di antara mereka. Maka, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dari hal yang diperselisihkan oleh orang-orang itu dengan kebenaran atas izin-Nya. Dan, Allah memberikan petunjuk kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
(2 : 213)

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ ٱلْبَأْسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا۟ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصْرُ ٱللَّهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصْرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ
Ataukah kamu kira bahwa kamu akan masuk ke surga, padahal belum datang kepada kamu seumpama yang pernah datang kepada orang yang telah lalu sebelum kamu; telah menimpa kepada mereka kesusahan, kecelakaan, dan di guncangkan mereka, sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman sertanya, " Bilakah pertolongan Allah?" Ketahuilah! Sesungguhnya, pertolongan Allah itu amat dekat.
(2 : 214)

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍۢ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌۭ
Mereka akan bertanya kepada engkau, "Apakah yang akan mereka belanjakan." Katakanlah, "Apa yang akan kamu belanjakan dari kebaikan ialah kepada ibu-bapak dan keluarga karib dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan. Dan, apa saja yang kamu perbuat dari hal kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah mengetahuinya.
(2 : 215)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Telah diperintahkan kepada kamu berperang, sedang dia itu tidak kamu sukai. Boleh jadi sesuatu yang tidak kamu sukai, padahal ada baiknya bagi kamu. Dan, boleh jadi kamu sukai sesuatu, padahal dia itu tidak baik bagi kamu. Dan, Allah mengetahui, sedang kamu tidaklah tahu.
(2 : 216)

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍۢ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌۭ فِيهِ كَبِيرٌۭ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌۭ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
Mereka akan bertanya kepada engkau dari hal bulan yang mulia (tentang) berperang padanya. Katakanlah, "Berperang padanya adalah soal besar! Akan tetapi, menjauhkan manusia daripada jalan Allah dan kufur kepada-Nya dan Masjidil Haram serta mengusir penduduk darinya adalah lebih besar di Sisi Allah, dan fitnah adalah lebih besar lagi dari pembunuhan. Dan, mereka akan selalu memerangi kamu sehingga (dapatlah) mereka mengembalikan kamu dari agama kamu, jika mereka sanggup. Dan, barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati, padahal dia telah kafir maka mereka itu telah gagallah amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat. Dan, mereka itu adalah penghuni neraka, mereka akan kekal di dalamnya!
(2 : 217)

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjuang pada jalan Allah, itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Sedang Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
(2 : 218)

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْخَمْرِ وَٱلْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَآ إِثْمٌۭ كَبِيرٌۭ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ ٱلْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Mereka bertanya kepada engkau dari hal minuman keras dan perjudian. Katakanlah, "Pada keduanya itu ada dosa besar dan ada (pula) beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi, dosa keduanya lebih besar dari manfaat keduanya." Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal apa yang akan mereka belanjakan. Katakanlah, "Kelebihan dari yang perlu." Demikianlah Allah telah menjelaskan kepada kamu akan ayat-ayat, supaya kamu berpikir.
(2 : 219)

فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌۭ لَّهُمْ خَيْرٌۭ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ
Di dunia dan di akhirat. Dan, mereka pun akan bertanya kepada engkau dari hal anak-anak yatim. Katakanlah, "Mengatur baik-baik keadaan mereka adalah lebih baik. Dan, jika kamu bercampur-gaul dengan mereka maka mereka itu adalah saudara-saudara kamu." Dan Allah mengetahui siapa yang merusak siapa yang suka memperbaiki, sekiranya Allah menghendaki niscaya diberati-Nya kamu. Sesungguhnya, Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
(2 : 220)

وَلَا تَنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌۭ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكَةٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا۟ ۚ وَلَعَبْدٌۭ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌۭ مِّن مُّشْرِكٍۢ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ يَدْعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَٱللَّهُ يَدْعُوٓا۟ إِلَى ٱلْجَنَّةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِۦ ۖ وَيُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Dan janganlah kamu kawini perempuan- perempuan musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang hamba perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan (merdeka) yang musyrik, walaupun (kecantikan) menarik hatimu. Dan, janganlah kamu kawinkan orang-orang laki-laki yang musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang budak laki-laki yang beriman lebih baik dari seorang laki-laki musyrik, walaupun kamu tertarik padanya. Mereka itu adalah mengajak kamu kepada neraka, sedang Allah mengajak kamu kepada surga dan maghfirah, dengan izin-Nya. Dan, dijelaskan-Nya ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka ingat.
(2 : 221)

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًۭى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ
Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal haid. Katakanlah, "Dia itu adalah suatu gangguan!" Sebab itu, hendaklah kamu menjauhi perempuan-perempuan itu ketika dia berhaid, dan jangan mereka didekati sehingga mereka telah bersih. Maka, apabila mereka telah bersuci maka bolehlah kamu menghampiri mereka sebagaimana yang telah perintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya, Allah suka kepada orang-orang yang bertobat, dan suka (pula) kepada orang-orang yang bersuci.
(2 : 222)

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌۭ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Istri-istri kamu adalah sawah ladang bagi kamu. Maka, datangilah sawah ladangmu itu sebagaimana kamu kehendaki. Dan, bersedialah untuk diri kamu dan takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu akan menjumpai-Nya kelak, dan kabar gembiralah untuk orang-orang yang beriman.
(2 : 223)

وَلَا تَجْعَلُوا۟ ٱللَّهَ عُرْضَةًۭ لِّأَيْمَٰنِكُمْ أَن تَبَرُّوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَتُصْلِحُوا۟ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Dan janganlah kamu jadikan Allah sebagai penghalang bagi sumpah kamu (yang menghalangi kamu) berbuat kebajikan dan bertakwa dan mendamaikan di antara manusia. Dan, Allah adalah Maha Mendengar dan Mengetahui.
(2 : 224)

لَّا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ
Tidaklah diperhitungkan oleh Allah apa yang sia-sia pada sumpah kamu. Akan tetapi, akan diperhitungkan kamu oleh apa yang diusahakan dia oleh hati kamu. Sedang Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
(2 : 225)

لِّلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍۢ ۖ فَإِن فَآءُو فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ
Dan bagi orang-orang yang bersumpah hendak berjauh diri dari istri-istri mereka, (hendaklah) menunggu (paling lama) empat bulan. Maka, jika mereka kembali (sesudah itu) maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
(2 : 226)

وَإِنْ عَزَمُوا۟ ٱلطَّلَٰقَ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ
Dan jika mereka berazam hendak menalak maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui.
(2 : 227)

وَٱلْمُطَلَّقَٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَٰثَةَ قُرُوٓءٍۢ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِىٓ أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِى ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوٓا۟ إِصْلَٰحًۭا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ ٱلَّذِى عَلَيْهِنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan perempuan-perempuan yang ditalak itu hendaklah menahan diri mereka tiga kali bersih, dan tidaklah halal bagi mereka menyembunyikan apa yang dijadikan Allah di dalam peranakan-peranakan mereka jika memang mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir. Sedang suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka kepada keadaan yang demikian, jika semuanya hendak mencari damai. Dan, bagi mereka adalah (hak) seumpama (kewajiban) yang atas mereka jua, dengan patut. Dan, laki-laki mempunyai derajat atas mereka. Dan, Allah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.
(2 : 228)

ٱلطَّلَٰقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌۢ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌۢ بِإِحْسَٰنٍۢ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُوا۟ مِمَّآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ شَيْـًٔا إِلَّآ أَن يَخَافَآ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا ٱفْتَدَتْ بِهِۦ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Talak itu hanya dua kali; sesudah itu peganglah dengan sepatutnya atau lepaskan dengan yang baik. Dan, tidaklah halal bagi kamu bahwa kamu ambil dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika keduanya takut bahwa keduanya tidak akan mendirikan batas batas peraturan Allah. Maka, jika kamu takut mereka berdua tidak akan mendirikan peraturan-raturan Allah maka tidaklah mengapa atas keduanya tentang apa yang ditebuskan si istri dengan dia. Demikianlah peraturan-peraturan Allah maka janganlah kamu langgar akan dia. Dan, barangsiapa yang melanggar peraturan-peraturan Allah itulah orang-orang yang zalim.
(2 : 229)

فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُۥ مِنۢ بَعْدُ حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُۥ ۗ فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يَتَرَاجَعَآ إِن ظَنَّآ أَن يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ
Maka jika dia talak (lagi) akan dia maka tidaklah halal baginya sesudah itu, sehingga dia (perempuan) kawin dengan suami yang lain. Maka, jika ditalaknya (pula) maka tidaklah mengapa atas mereka berdua jika mereka berkembalikan, (yaitu) jika keras sangka mereka berdua bahwa mereka akan dapat menegakkan peraturan-peraturan Allah. Dan, begitulah peraturan-peraturan Allah dinyatakan-Nya dia, untuk kaum yang (suka) mengetahui.
(2 : 230)

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍۢ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًۭا لِّتَعْتَدُوا۟ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوٓا۟ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوًۭا ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَآ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ وَٱلْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ
Dan apabila kamu menalak perempuan- perempuan itu, lantas sampai janji mereka (iddah) maka rujuklah kepada mereka dengan yang patut atau lepaskan mereka dengan patut (pula), dan jangan kamu rujuk kepada mereka dengan (maksud) menyusahkan, karena kamu hendak melanggar (peraturan Allah); dan barangsiapa yang berbuat demikian, sesungguhnya dia telah menganiaya dirinya (sendiri). Dan, janganlah kamu ambil ayat-ayat Allah jadi permainan. Dan, ingatlah olehmu nikmat Allah atas kamu dan apa yang telah Dia turunkan kepada kamu daripada kitab dan hikmah, yang telah dinasihatkan-Nya kepada kamu dengan dia. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah mengetahui.
(2 : 231)

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحْنَ أَزْوَٰجَهُنَّ إِذَا تَرَٰضَوْا۟ بَيْنَهُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Dan apabila kamu talak perempuan- perempuan itu, lalu sampai janjinya (iddahnya) maka janganlah kamu hambat-hambat mereka akan kawin dengan suami-suami mereka, apabila telah berkesukaan di antara mereka dengan secara patut. Demikianlah yang diberi nasihat dengan dia barangsiapa di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir. ltulah yang sebersih bersihnya bagi kamu dan sesuci-sucinya. Dan, Allah-lah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
(2 : 232)

Sumber rakaman: www.herkul.org
Sumber gambar hiasan: Wikimedia